Kediri – Ledakan keras yang mengguncang pekarangan kebun bambu di Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, akhirnya terungkap. Jajaran Satreskrim Polres Kediri berhasil menangkap tersangka peracik bahan peledak yang menyebabkan tiga orang mengalami luka berat, termasuk dua di antaranya harus menjalani amputasi tangan dan kaki.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saksi di lokasi mendengar ledakan keras disusul beberapa ledakan kecil, lalu menemukan korban dalam kondisi luka bakar serius.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua P. Krisnawan menjelaskan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dari penyelidikan, polisi mengetahui bahwa bahan peledak atau mercon tersebut dibeli dan diracik oleh tersangka.

“Petugas melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan diketahui bahan peledak atau mercon tersebut dibeli dan diracik oleh tersangka,” ujar AKP Joshua.

Setelah kejadian, tersangka sempat membantu membawa korban ke RS HVA Tulungrejo Pare. Namun, ia kemudian melarikan diri. Tim kepolisian melakukan pelacakan dan akhirnya mengetahui keberadaannya.

“Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka MNB (22) berhasil kami amankan pada Selasa (31/3/2026) dini hari di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Saat ini tersangka beserta barang bukti telah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, MNB mengakui membeli bahan petasan secara daring. Ia meracik bahan tersebut bersama para korban sebelum ledakan terjadi. Saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong, tersangka sempat meninggalkan lokasi. Tidak lama setelahnya, ledakan dahsyat pun terjadi.

Akibat insiden ini, tiga orang mengalami luka bakar serius. Dua di antaranya bahkan harus menjalani amputasi pada bagian tangan dan kaki. Ketiga korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS HVA Tulungrejo Pare.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain mercon aktif, selongsong petasan, sumbu, bubuk mercon, pipa paralon, dan peralatan untuk meracik bahan peledak. Petugas juga menyita dua unit telepon genggam yang diduga terkait pembelian bahan secara daring. (Juli)