Blitar – Dentuman petasan seharusnya mengiringi takbir kemenangan. Namun, di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, justru menjadi pemicu konflik dengan aparat. Sekelompok warga nekat menggelar pesta mercon di tengah jalan raya. Bukannya patuh saat didatangi polisi, mereka malah melawan.

Seorang pria tak dikenal dengan lantang menantang petugas yang tengah bertugas.

“Buka baju, kalau berani sekalian kelahi sekalian,” ujarnya dalam video yang kini viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi (21/3/2026). Aksi tersebut bermula dari laporan warga sekitar yang merasa terganggu oleh suara letusan keras. Selain meresahkan, warga juga khawatir akan bahaya ledakan yang mengancam keselamatan umum.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas dari Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Kota langsung bergerak ke lokasi. Di tempat kejadian, aparat mengamankan puluhan mercon berbagai ukuran. Total barang bukti yang disita mencapai hampir setengah karung.

Namun, upaya penertiban itu justru memantik perlawanan. Adu mulut tak terhindarkan, yang berujung pada dorongan fisik dan hujatan terhadap petugas.

Dalam rekaman video, seorang anggota kepolisian tampak berusaha keras meredam situasi.

“Kami bertindak berdasarkan laporan warga. Karena hal ini mengganggu ketertiban masyarakat luas,” ujarnya di tengah kerumunan yang memanas.

Di tengah viralnya video tersebut, dukungan justru mengalir deras kepada aparat. Agus (43), warga Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menyayangkan tindakan perlawanan yang dinilainya keterlaluan.

“Mau dibawa ke mana hukum kita, kalau polisi yang memberikan perlindungan malah dilawan. Kasus ini harus diusut tuntas biar ada efek jera,” tegasnya, Minggu (22/3/2026).

Dukungan serupa juga menggema dari warganet. Banyak yang menilai bahwa tindakan tegas perlu diambil aparat agar aksi serupa tidak terus berulang setiap tahun, terutama saat momen keagamaan.

Kini, publik menunggu langkah hukum yang tegas. Dukungan penuh telah diberikan. Tinggal bagaimana hukum ditegakkan untuk menciptakan efek jera bagi mereka yang nekat melawan petugas di tengah tugas melindungi masyarakat.