Blitar – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, selama tiga hari berturut-turut memicu bencana besar. Tanggul Sungai di Desa Rejosari akhirnya jebol, tidak sanggup lagi menahan desakan debit air yang terus meningkat. Akibatnya, air bah menerjang pemukiman warga dan menggenangi sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengonfirmasi, satu nyawa menjadi korban dalam insiden ini. Seorang anak perempuan berinisial APN (8 tahun) dilaporkan hilang sejak banjir mulai melanda pada Kamis, 20 November 2025. Laporan mengenai hilangnya APN baru diterima oleh pihak berwenang pada Jumat (21/1) siang.
Windu Susilo, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa timnya segera bergerak melakukan asesmen dan pencarian korban pada sore hari. “Hingga pukul 16.00 sore ini, upaya pencarian masih terus kita lakukan, namun korban hilang belum berhasil kita temukan dan kita lanjutkan esok” jelas Windu.
Selain fokus pada operasi pencarian, BPBD juga telah menyusun rencana tindak lanjut untuk mencegah luapan air lebih lanjut. Rencananya, petugas akan memasang anyaman bambu dan menumpuk tas pasir sebagai struktur darurat untuk membendung sungai di Desa Rejosari. Upaya mitigasi ini akan mereka lakukan bersamaan dengan operasi pencarian korban yang masih hilang.
