Blitar – Tari Langga Buwa menggebrak BEN Carnival 2026. Penampilan SMPN 9 Blitar pada Sabtu (22/8/2026) menghentak malam karnaval dengan gerakan beladiri khas Gorontalo. Tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan deklarasi kekuatan perempuan.
Tradisi beladiri Langga melahirkan Langga Buwa. Koreografer Muraji Bereki menciptakan tarian ini pada 2005 sebagai simbol kesetaraan gender. Gerakan mengangkat kaki (dulodu’o) memperlihatkan ketabahan. Gerakan tangan ke atas melambangkan rasa syukur. Motif ikonik lainnya seperti Masadiya (kesiapan) dan Pungu (mengunci lawan) memperkaya makna tarian ini.
Siswi SMPN 9 melenggang dari Kantor Wali Kota hingga DPRD Blitar. Mereka membawakan warisan Nusantara di tengah 40 kelompok budaya lainnya. Penampilan ini membawa pesan perlawanan terhadap diskriminasi.
Langga Buwa mengajarkan bahwa perempuan berhak tangguh. Ia tidak menggantikan laki-laki, tetapi mensejajarkan hak. Gorontalo menari di Blitar, menyuarakan persatuan dan keberanian sepanjang masa.