Kediri – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Kediri menyatakan kesiapan penuh menjalankan instruksi pusat. Fokus utama saat ini adalah memperkuat komunikasi strategis di tingkat daerah dengan memanfaatkan momen Idul Fitri sebagai sarana menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk menggunakan momentum silaturahim Idul Fitri sebagai wadah menjaring masukan dari masyarakat. Aspirasi yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan organisasi pada Munas X, agar hasil yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan umat dan bangsa.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Kota Kediri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

“Kami di Kota Kediri siap menjalankan amanat pusat. Silaturahim Idul Fitri ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana strategis bagi kami untuk mendengar langsung suara dan kebutuhan warga Kediri. Aspirasi ini akan kami rangkum sebagai kontribusi pemikiran dari daerah untuk dibawa ke forum Munas X nanti,” ujarnya saat ditemui pada Senin (30/3).

Ia menambahkan bahwa kehadiran LDII di tingkat daerah harus dirasakan manfaatnya secara nyata. Karena itu, sinkronisasi antara program kerja pusat dan kebutuhan lokal menjadi hal yang sangat krusial.

Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menekankan pentingnya validitas masukan yang berasal dari akar rumput. Menurutnya, LDII Kota Kediri ingin memastikan bahwa setiap program yang diusulkan dalam Munas memiliki landasan kuat berdasarkan realita di lapangan.

“Komunikasi yang harmonis dengan para pemangku kepentingan di Kediri, mulai dari jajaran birokrasi hingga pimpinan ormas lain, sangatlah penting. Kami ingin memastikan suara dari bawah tersampaikan dengan baik. Dengan begitu, LDII bisa terus hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif bagi permasalahan di Kota Kediri,” jelasnya.

Asyhari menambahkan bahwa Munas X LDII diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga memperkuat peran organisasi dalam membangun bangsa yang harmonis dan berdaya saing. Dengan menyerap aspirasi dari daerah seperti Kota Kediri, keputusan yang dihasilkan dalam Munas nanti diharapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

“Dengan semangat Idul Fitri, LDII Kota Kediri berkomitmen untuk terus mempererat sinergi demi menjaga kerukunan serta mempercepat pembangunan di Kota Kediri selaras dengan visi nasional,” pungkasnya. (Juli)