SAMPANG – Dugaan praktik penggelapan bantuan sosial (bansos) beras kembali mencuat di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

Seorang mentor desa berinisial S diduga terlibat dalam penyimpangan penyaluran bansos beras tahap pertama.

Sejumlah warga Desa Buker menyampaikan aduan tersebut. Salah satu warga berinisial M mengungkapkan, beberapa nama yang tercantum sebagai penerima bansos ternyata tidak menerima bantuan sebagaimana mestinya.

“Beberapa warga sudah terdata sebagai penerima, tapi sampai sekarang belum menerima berasnya dari pihak mentor desa,” ujar M, Jumat (8/11/2025).

Hal senada disampaikan warga lainnya, H, yang menilai ada kejanggalan dalam proses distribusi. “Memang ada yang tidak beres. Beberapa penerima justru tidak dapat bagian, padahal nama mereka ada di daftar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Buker, Sauwer, membenarkan adanya persoalan dalam penyaluran bansos beras di wilayahnya. Ia memastikan pemerintah desa akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

“Benar, ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang seharusnya menerima bansos beras, namun belum mendapatkan haknya. Kami akan segera menelusuri dan menindaklanjuti masalah ini,” ujar Sauwer saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, mentor desa berinisial S yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan penggelapan bansos tersebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan penyimpangan dalam penyaluran bansos di tingkat desa. Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas pihak yang terbukti menyelewengkan bantuan.

Penyaluran bansos seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.