Surabaya – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Pondok Pesantren di Indonesia.

Selain itu, ahli kontruksi dan arsitek tersebut juga bersepakat mendeklarasikan gerakan mewakafkan keahlian dan keilmuannya untuk kemajuan pondok pesantren.

Manfaat tersebut akan menyasar diseluruh pondok pesantren di Indonesia yang tergabung dalam Masyarakat Pesantren Nasional (Mastren).

Hal tersebut ditandai dengan deklarasi tiga lembaga yang dilaksanakan di Kota Surabaya. Dengan begitu, kualitas pondok pesantren akan lebih baik dan modern sehingga bermanfaat bagi khalayak banyak.

Dr. KH. Muchlis Muhsin merupakan inisiator dari salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Modung, Bangkalan mengatakan, sinergi antara 3 lembaga tersebut akan fokus pada kualitas bangunan pondok pesantren yang mencakup keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

“Ini MoU antara PII dan IAI yang pada saat itu juga launching Mastren kami nemiliki slogan mewakafkan profesi yang artinya ahli kontruksi dan arsitek bersepakat memberikan ilmu dan kemampuannya,” ujar KH. Muchlis.

Menurut KH. Muchlis, kehadiran para pakar tersebut menjadi tonggak awal kemajuan pondok pesantren di Indonesia dan kualitas kontruksi akan terjamin.

“Bahkan ada intruksi dari Ketum PII Bapak Ilham akan bermanfaat bagi semua Ponpes mulai dari tingkat Kabupaten hingga ke Desa,” ucapnya.

Sementara itu, Gayuh Budi Utomo, perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia menyatakan, bahwa ini merupakan bentuk pengabdian terhadap Pendidikan Islam di Indonesia yang bersifat jangka panjang.

“Sebenarnya wakaf profesi ini sudah ada sejak lama, namun dilakukan secara individu dan saat ini sudah saatnya bertransformasi ke lingkup yang lebih luas hingga ke Nasional,” pungkasnya.