Blitar – Kualitas pekerjaan jembatan di Kelurahan Tanjungsari, Kota Blitar, mendapat sorotan dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat. Meski dinilai sudah dapat difungsikan, kondisi fisik jembatan disebut belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
Ketua LPMK Tanjungsari, yuni, mengungkapkan masih ditemukan sejumlah masalah pada hasil pekerjaan, mulai dari permukaan jalan yang bergelombang hingga adanya retakan ringan di sekitar area jembatan.
“Secara umum memang sudah baik, tapi faktanya masih ada permasalahan. Permukaannya bergelombang dan ada keretakan kecil. Ini tidak bisa diabaikan,” ujar Juni, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, pihaknya telah menyampaikan temuan tersebut kepada Pemas Bank Kelurahan Tanjungsari untuk kemudian diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Berdasarkan hasil koordinasi, Dinas PU disebut telah menyatakan kesiapan untuk melakukan perbaikan ulang.
Juni menduga, hasil pekerjaan yang kurang maksimal tersebut dipengaruhi oleh proses pembangunan yang dilakukan saat kondisi cuaca tidak mendukung. Pengerjaan pada musim hujan dinilai berpotensi menyebabkan permukaan tidak rata dan kualitas akhir yang kurang optimal.
“Kemungkinan besar karena dikerjakan saat hujan atau pemadatan yang kurang maksimal. Akibatnya, di sekitar jembatan muncul gelombang,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani, terutama bagi anak-anak dan warga yang setiap hari melintas di lokasi itu.
“Yang kami pikirkan adalah keselamatan. Anak-anak sering lewat situ. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi risiko ke depan,” tegasnya.
