Blitar – Sebuah aksi penyelamatan jiwa berhasil dilakukan oleh personel Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota pada Kamis (22/1) sore. Berkat respons kilat dan koordinasi solid, tim berhasil mencegah seorang pemuda berinisial ABF (19) mengakhiri hidupnya di kediamannya sendiri di Dusun Kaotan, Desa Jeding, Kecamatan Sanankulon.

Operasi penyelamatan ini berawal dari panggilan darurat ke hotline 112 yang diterima Sentra Pengendalian Komunikasi dan Informasi (SPKT) Polres Blitar Kota sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi warga tentang seorang pemuda yang terlihat hendak bunuh diri langsung menjadi prioritas.

Menerima laporan, SPKT segera menggerakkan personel Pamapta III dan mengkoordinasikan dengan Polsek Sanankulon. Dalam hitungan menit, tim gabungan yang terdiri dari berbagai fungsi telah meluncur ke lokasi. Kecepatan ini menjadi kunci utama untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Sesampai di lokasi, petugas menemukan ABF dalam kondisi psikologis yang sangat labil dan tertekan. Dengan pendekatan yang persuasif dan penuh empati, petugas berhasil menenangkan korban dan mengalihkan fokusnya. Pendekatan humanis ini membuka ruang dialog untuk memahami akar permasalahan.

Hasil komunikasi mengungkap fakta yang memprihatinkan. ABF ternyata telah bergelut dengan gangguan mental Bipolar dan Panic Attack Disorder selama tujuh tahun terakhir. Meski telah rutin berobat ke RSI Aminah Blitar, pada hari naas itu, ABF lupa mengonsumsi obat rutinnya. Keadaan ini memicu kecemasan berat dan perasaan putus asa yang mendorongnya merencanakan aksi bunuh diri.

Niat serius ABF diperkuat dengan bukti fisik. Petugas menemukan seutas tali pramuka berwarna putih yang telah tersimpul dengan rapi, tergantung pada sebuah pull-up bar di rumahnya. Alat itu sudah siap digunakan.

Setelah situasi darurat terkendali, upaya polisi berlanjut pada penanganan pasca-krisis. Petugas segera menghubungi dan mempertemukan ABF dengan keluarga terdekat, termasuk kakak kandungnya, serta Ketua RT setempat. Pertemuan ini bertujuan membangun komitmen bersama untuk pengawasan dan pendampingan jangka panjang.

“Kami tidak hanya bertugas menyelamatkan pada saat itu, tetapi juga memastikan ada safety net atau jaringan pengaman di sekeliling korban pasca-kejadian. Dukungan keluarga dan lingkungan terdekat adalah fondasi utama pemulihan,” jelas seorang petugas yang terlibat.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Samsul Anwar, menyatakan kebanggaannya atas kinerja personel. “Insiden ini menunjukkan protokol darurat kita bekerja dengan baik. Dari SPKT yang responsif, tim lapangan yang bergerak cepat, hingga kolaborasi dengan mitra di tingkat kecamatan. Ini adalah wujud nyata janji Polri untuk selalu hadir di saat warga membutuhkan,” tegas Samsul.

Sebagai langkah pencegahan teknis, petugas menyita tali pramuka yang akan digunakan. Tindakan ini untuk meminimalisir risiko dan memberikan rasa aman.