Bangkalan – Pemilik pabrik sarang walet di Desa Lomaer, Bangkalan, buka suara. Ia menjawab teguran publik terkait dua isu, pembayaran gaji karyawan dan insiden dengan awak media. Klarifikasi ini menandai upaya meredakan ketegangan setelah pemberitaan luas.

Dalam pemaparannya Cicik (47), pemilik merinci soal polemik gaji. Sistem pembayaran per pekan hanya berlaku bagi pekerja dalam masa pelatihan. Untuk mengakhiri salah paham, ia memastikan penggajian akan normal kembali mulai Senin, sesuai perjanjian awal dengan seluruh staf pembersih sarang walet.

Mengenai laporan pengusiran wartawan, pemilik menyatakan hal itu sebagai insidental. Situasi di dalam pabrik saat itu dinilai tidak kondusif karena adanya kondisi tertentu di antara beberapa karyawan. Keadaan itu, menurutnya, yang memicu kesan penolakan terhadap kehadiran jurnalis.

“Kami menyampaikan permohonan maaf untuk semua ketidaknyamanan,” tegas pemilik pabrik. “Soal gaji, kami pastikan mulai hari ini berjalan normal. Untuk kejadian dengan wartawan, kami kembali meminta maaf. Saat itu, kondisi internal sedang tidak mendukung untuk kunjungan,” jelas Cicik. (Mat)