Pasuruan – Sebanyak 22 Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB), baik negeri maupun swasta, di wilayah Tapal Kuda, Pasuruan, dan Probolinggo telah menerima program rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas penunjang. Program ini merupakan investasi besar Pemprov Jawa Timur dengan total anggaran mencapai Rp23,71 miliar untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung.
Dari total tersebut, 16 sekolah berlokasi di Kabupaten Pasuruan dengan alokasi dana Rp16,33 miliar. Sementara itu, 6 sekolah lainnya di Kabupaten Probolinggo mendapatkan anggaran sebesar Rp7,38 miliar. Intervensi ini menargetkan perbaikan sarana fisik seperti ruang kelas, sanitasi, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Ini adalah ikhtiar strategis untuk menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak di Jawa Timur, termasuk di wilayah Tapal Kuda.
“Pemerataan mutu pendidikan menjadi komitmen utama kami. Anak-anak di wilayah Tapal Kuda harus mendapatkan kualitas layanan pendidikan yang sama baiknya, dengan sarana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran,” tegas Aries dalam acara peresmian di SMAN Taruna Madani Jatim, Pasuruan, Minggu (18/1/2026).
Aries menjelaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana sekolah merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan berkelanjutan. Sekolah dipandang sebagai tempat tumbuh kembang karakter, nilai, dan potensi peserta didik.
“Ketika ruang kelas menjadi lebih layak, sanitasi memadai, dan fasilitas pendukung tersedia, maka proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal. Ini berdampak langsung pada semangat belajar siswa dan kinerja guru,” jelasnya.
Keikutsertaan sekolah swasta dan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam program ini menunjukkan pendekatan yang inklusif dan berkeadilan. Pemprov Jatim mengakui bahwa seluruh satuan pendidikan adalah bagian dari satu ekosistem yang sama.
“Sekolah negeri maupun swasta adalah satu ekosistem. Semua memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peningkatan sarana prasarana harus dipandang sebagai investasi bersama untuk masa depan pendidikan Jawa Timur,” lanjut Aries.
Setelah perbaikan fisik, fokus akan beralih pada peningkatan kualitas pembelajaran. Aries menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas baru secara optimal, menguatkan kepemimpinan kepala sekolah, dan mendorong inovasi guru. Langkah ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh siswa sebagai wujud nyata pemerataan mutu pendidikan.
“Tantangan ke depan bukan hanya membangun gedung yang kokoh, tetapi memastikan sekolah-sekolah ini mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Program ini menyasar sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian khusus di dua wilayah.
Wilayah Kabupaten Pasuruan
Beberapa sekolah yang mendapat revitalisasi di Pasuruan antara lain: SMAN 1 Taruna Madani, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMKN 1 Grati, SMKN 1 Purwosari, serta sejumlah SMA dan SMK swasta, dan beberapa SLB negeri dan swasta.
Wilayah Kabupaten Probolinggo
Sementara di Kabupaten Probolinggo, revitalisasi menyasar SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolingyo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, dan SLBN Gending.
Acara peresmian program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah ini secara simbolis dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di SMAN 1 Taruna Madani Pasuruan. Program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan, sebagaimana tercantum dalam visi misi Pemprov Jatim.
