Tulungagung – Seorang pendaki meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Dadi di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Korban berhasil dievakuasi namun nyawanya tidak tertolong.
Korban, Muyoto (59), warga Kutoanyar, Tulungagung, memulai pendakian bersama beberapa rekannya pada Jumat (16/1/2026). Menurut keterangan Aiptu Purwo Harjito, Wakapolsek Boyolangu, rombongan pendakian sempat berjalan lancar.
Saat mendekati area makam Kyai Petir, Muyoto tiba-tiba mengeluh kondisi badannya tidak sehat. Ia merasa kehabisan tenaga dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan ke puncak.
Menyadari kondisi Muyoto, rekan-rekannya menyarankan agar ia segera turun atau beristirahat. Mereka kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendakian terlebih dahulu.
Evakuasi baru terlaksana pada Sabtu (17/1/2026). Sekelompok pendaki dari Polres Tulungagung yang sedang turun menemukan Muyoto dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mereka langsung memberikan pertolongan pertama.
Tim gabungan kemudian membawa Muyoto turun dari gunung. Korban segera dilarikan menggunakan ambulans ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk mendapat penanganan medis intensif, namun upaya tim medis tidak berhasil. Muyoto dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
