Blitar – Seorang perempuan berinisial DP (35) tewas setelah melompat dari Jembatan Sungai Brantas, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Senin (12/1/2026) siang. Korban yang berstatus janda dan memiliki dua anak ini diketahui telah berjuang melawan depresi selama tiga tahun terakhir.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika sejumlah warga melihat DP tiba di lokasi menggunakan sepeda motor. Perempuan warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar itu terlihat memarkir kendaraannya, lalu berjalan menuju jembatan yang menghubungkan Blitar dan Tulungagung.

Tak lama kemudian, suara benturan keras memecah kesunyian. Tubuh DP menghantam derasnya aliran Sungai Brantas.

“Setelah lompat, DP masih sempat terlihat berpegangan pada akar pohon di tepi sungai agar tidak hanyut,” jelas Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, dalam keterangannya.

Namun, harapan untuk selamat itu pun sirna. Saat sejumlah warga berlari mendekat untuk menolong, genggaman DP pada akar pohon itu terlepas. Tubuhnya langsung terseret arus sungai yang deras dan menghilang dari pandangan.

“Pegangannya terlepas, atau mungkin sengaja dilepas olehnya,” tambah Samsul.

Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan unsur relawan segera bergerak. Pencarian terhadap korban diluncurkan sejak Senin petang itu, menyisir area di sekitar lokasi kejadian dan hilir sungai.

Keluarga mengungkapkan bahwa DP telah lama menderita depresi dan rutin berobat ke puskesmas. Momen sebelum kepergiannya pun penuh tanda tanya. Saat meninggalkan rumah pada siang hari, DP berpamitan kepada ibunya sambil mengucapkan kata-kata yang menguatirkan.

“Saat meninggalkan rumah siang tadi, DP pamit ke ibunya dan mengatakan kalau dia mau bunuh diri,” tutur Samsul, mengutip keterangan keluarga.