Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi menggelar rapat koordinasi persiapan Operasi Lilin Semeru 2025, Selasa (15/12). Rapat yang berlangsung di Aula Polres Kabupaten Blitar ini menjadi tanda dimulainya penyusunan strategi komprehensif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bupati Blitar, H. Rijanto, secara tegas menegaskan komitmen pemkab dan seluruh elemen Forkopimda. “Kami akan bersinergi penuh untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Blitar selama perayaan Nataru. Keberhasilan pengamanan ini memerlukan koordinasi yang solid antar instansi,” ujar Rijanto di hadapan para kepala daerah, kepolisian, dan TNI.

Kepolisian Resor (Polres) Blitar selaku leading sector mengungkapkan bahwa operasi ini akan berfokus pada pengamanan titik-titik vital dan lokasi berpotensi kerumunan massa. “Kami telah memetakan setidaknya 21 titik yang memerlukan pengawasan intensif, meliputi pusat perbelanjaan, tempat wisata utama, dan sejumlah gereja yang akan mengadakan ibadah malam Natal,” jelas Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, dalam pemaparannya.

Operasi Lilin Semeru rencananya akan berlangsung selama 14 hari, dari tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Selama periode tersebut, aparat akan menerjunkan personel gabungan dalam jumlah signifikan. Mereka akan membentuk posko terpadu dan melaksanakan patroli dinamis di seluruh wilayah kabupaten.

Rapat koordinasi ini juga membahas langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan seperti aksi kriminalitas jalanan, kemacetan lalu lintas parah, hingga penyalahgunaan kembang api. Forum menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat sebagai mata dan telinga aparat keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif. Laporkan setiap kejadian atau aktivitas mencurigakan kepada posko terdekat. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci kesuksesan pengamanan Nataru tahun ini,” tambah Kapolres.