Blitar – Warga di kawasan permukiman padat Jalan Kampar No. 8, Blitar, dibuat panik setelah seekor ular sepanjang sekitar 1,5 meter tiba-tiba masuk ke halaman rumah pada Minggu pagi. Hewan melata itu pertama kali terlihat berada di tumpukan barang di belakang dapur.

Kejadian tersebut sempat menghebohkan penghuni rumah karena lokasi ular berada dekat area aktivitas keluarga. Anak-anak yang berada di sekitar rumah langsung diminta menjauh untuk menghindari risiko gigitan.

“Awalnya dikira tali, ternyata bergerak. Kami langsung lapor Pak RT karena beliau memang biasa menangani ular,” ujar Fangki, salah satu penghuni rumah.
Ketua RT Datang dan Tangani Tanpa Alat
Beruntung, Ketua RT setempat yang dikenal memiliki keahlian sebagai pawang ular segera datang setelah menerima laporan warga. Tanpa menggunakan alat khusus, ia langsung melakukan penanganan dengan teknik manual yang aman.

Ia memegang bagian kepala ular secara hati-hati sambil mengendalikan tubuhnya agar tidak melilit. Proses evakuasi berlangsung hanya beberapa menit dan tidak menimbulkan perlawanan berarti dari hewan tersebut.

Menurutnya, kemunculan ular di lingkungan permukiman bukan hal yang jarang terjadi.
“Biasanya ular mencari tempat teduh atau berburu tikus. Jadi bukan sengaja menyerang manusia,” jelasnya.

Dievakuasi dan Dilepasliarkan

Setelah berhasil diamankan, ular dibawa menjauh dari permukiman warga dan dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman.
Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun warga diimbau tetap waspada terutama saat cuaca panas maupun setelah hujan, karena reptil sering keluar dari sarangnya.

Imbauan untuk Warga

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
Menutup lubang saluran air
Membersihkan tumpukan barang dan semak
Mengurangi populasi tikus di sekitar rumah
Tidak mencoba menangkap ular sendiri
Segera melapor ke petugas atau pihak berpengalaman
Warga diminta segera melapor jika kembali menemukan hewan liar masuk ke lingkungan permukiman.