Blitar – SMP Negeri 7 Blitar sukses membawakan Tari Bubu pada ajang Ben Carnival Tahun ke-5 yang digelar oleh Pemkot pada Sabtu (22/8/2026) malam. Tarian tradisional asal Provinsi Bengkulu ini mengangkat filosofi kearifan lokal nelayan sekaligus menyuarakan konsep ekologi bahari. Penampilan bernomor peserta 09 itu menyita perhatian publik sejak awal pementasan.
Tari Bubu mengadaptasi aktivitas nelayan menangkap ikan menggunakan perangkap bambu ramah lingkungan yang disebut bubu. Gerakan dinamis para penari merepresentasikan perjuangan melaut, siklus pasang-surut air, hingga ungkapan syukur atas hasil tangkapan. Koreografi yang apik ini sekaligus mengedukasi penonton tentang praktik penangkapan ikan berkelanjutan yang tidak merusak terumbu karang. Konsep tersebut selaras sempurna dengan semangat pelestarian Bumi Rafflesia, julukan Provinsi Bengkulu yang kaya akan biodiversitas.
Kepala SMP Negeri 7 Blitar Saiful Salim, S.Pd. menyatakan bahwa partisipasi sekolah ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan kesadaran lingkungan melalui seni budaya. “Kami mengajak generasi muda untuk menghidupkan kembali warisan leluhur sembari mengkampanyekan gaya hidup hijau. Tari Bubu menjadi medium yang tepat karena mengajarkan harmoni antara manusia dan alam secara langsung,” terangnya.
Saiful menambahkan bahwa para siswa menjalani latihan intensif selama kurang lebih beberapa minggu untuk memperkuat narasi visual tentang laut dan kelestarian hutan bakau. SMP yang dikenal dengan julukan SALOSTA itu berhasil mengemas pesan pendidikan lingkungan secara kreatif melalui pertunjukan seni tradisional yang atraktif dan penuh energi.
Keberhasilan SMP Negeri 7 Blitar dalam pentas Ben Carnival ini membuktikan bahwa seni tradisional berfungsi sebagai instrumen efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan dan kepedulian ekologis kepada generasi penerus.