Blitar – Isu 10 siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar yang diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar. Faktanya, para siswa hanya mengalami keluhan ringan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Beberapa orang tua siswa menegaskan tidak ada indikasi keracunan serius. Anak mereka sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Kepanjen Kidul, RSUD Mardi Waluyo, dan RS Siti Khotijah. Kini kondisi mereka sehat.

“Siswa hanya mengalami mual dan lemas. Setelah observasi, mereka semua sudah pulang,” ujar Tini, Kamis (17/9/2026).

Senada dengan itu, Tria, wali murid lain, juga membantah tudingan keracunan. Ia menegaskan anaknya memang memiliki daya tahan tubuh rentan.

“Anak saya memang mudah sakit. Kalau kurang tidur atau cuaca berubah, dia gampang lemas. Jadi bukan karena makanannya,” ungkapnya.

Pihak sekolah langsung menarik sisa makanan begitu keluhan muncul. SPPG selaku penyedia MBG bergerak cepat mengganti menu. Langkah ini mencegah dampak lebih luas.

Sekolah mengimbau wali murid tidak panik. Program MBG tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama.

“Kami pastikan MBG aman. Evaluasi rutin terus kami lakukan bersama SPPG,” tambahnya.

Sekolah berkomitmen menjaga transparansi. Setiap laporan akan ditindaklanjuti cepat. Wali murid diminta melapor jika menemukan keluhan.