Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan pembukaan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga pendidik pada 2026. Langkah strategis ini merespons lonjakan angka pensiun guru di lingkungan Pemprov Jatim.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Indah Wahyuni, mengungkapkan data terbaru. Jumlah ASN Pemprov Jatim yang pensiun sepanjang 2026 mencapai 2.647 orang. Dari angka tersebut, tenaga pendidik menyumbang porsi terbesar, yakni sekitar 1.300 guru.

“Kami prioritaskan sektor pendidikan karena termasuk layanan dasar yang harus tetap optimal. Penambahan guru mutlak diperlukan,” terang indah yang akrab disapa Yuyun di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Yuyun, BKD Jatim saat ini tengah menghitung secara rinci kebutuhan formasi pengganti guru pensiun. Perhitungan tersebut mencakup distribusi per daerah, mata pelajaran, serta jenjang sekolah.

Selain merekrut guru baru, Pemprov Jatim juga menyiapkan penataan tenaga non-ASN. Salah satu opsi yang mengemuka adalah skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kebijakan ini bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah negeri secara fleksibel.

“Kami tidak hanya mengisi kekosongan, tetapi juga menata tenaga non-ASN yang sudah mengabdi. Skema paruh waktu menjadi salah satu pertimbangan,” tutup Yuyun.