Pemerintah kabupaten Bangkalan kembali menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebagai daerah yang memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi perempuan dan anak.

Selain itu, Kota Dzikir dan Sholawat berhasil membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang dinilai sangat strategis sebagai pusat layanan konsultasi, pendampingan, dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (KBP3A) Kabupaten Bangkalan bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tahun 2025 yang berlangsung di Surabaya pada, Rabu (24/12/25).

Bupati Bangkalan melalui Kepala Dinas KBP3A, Sudiyo, mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada 10 kabupaten di Jawa Timur yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam perlindungan perempuan dan anak.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dari Ibu Gubernur kepada daerah yang memiliki visi dan misi kuat dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap persoalan perempuan dan anak,” ujar Sudiyo, yang akrab disapa Yoyok, Jum’at (2/1/2026).

Yoyok mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 UPTD PPA Kabupaten Bangkalan telah menangani sekitar 50 kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 40 kasus.

“Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat semakin baik. Hotline UPTD PPA kami aktif 24 jam sehingga masyarakat tidak ragu untuk melapor,” jelasnya.

Ke depan, Yoyok berharap pelayanan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bangkalan dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026.

“Penghargaan ini menjadi kado terindah di penghujung tahun 2025. Kepercayaan masyarakat yang telah terbangun harus terus kami jaga dan tingkatkan,” pungkasnya.