Bangkalan – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan periode 2026–2028 resmi dilantik di Pendopo Agung Bangkalan, Selasa, (17/02/26).
Kepengurusan baru di bawah komando Tajul Anwar langsung memasang target mempertahankan posisi 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya konsolidasi program pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027 yang direncanakan berlangsung di Surabaya.
Tajul menegaskan, agenda tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan awal kerja konkret menyusun strategi dan penguatan cabang olahraga.
“Pelantikan ini bukan seremoni belaka. Program dan rencana kerja ke depan harus sejalan dengan visi-misi organisasi. Prioritas kami adalah prestasi di Porprov 2027,” kata Tajul.
Ia menyebut, kepengurusan saat ini melanjutkan fondasi yang dibangun periode sebelumnya di bawah Fauzan Ja’far. Sejumlah capaian pada Porprov sebelumnya, menurut dia, menjadi pijakan sekaligus tantangan untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
“Target yang dipatok tak muluk. Minimal mempertahankan peringkat 10 besar, dan kalau bisa naik,” ujarnya.
Terlebih saat ini KONI Bangkalan memnempati kantor baru yang lokasinya lebih strategis yaitu berada di jantung Kota Bangkalan. Kantor tersebut milik Pemkab Bangkalan dengan biaya sewa per tahunnya sebesar sekitar Rp 90 juta, sehingga hal tersebut membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangkalan.
“Ini harus menjadi semangat baru dan motivasi agar KONI lebih baik lagi dan mampu menerbitkan bibit-bibit atlet yang unggul dan berprestasi,” ucap Tajul.
Dalam kesempatan yang sama, KONI Bangkalan menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali pada Porprov IX 2025. Pelatih peraih emas menerima Rp 10 juta, perak Rp 5 juta, dan perunggu Rp 2,5 juta. Untuk atlet perorangan, bonus emas sebesar Rp 28 juta, perak Rp 13 juta, dan perunggu Rp 6,5 juta.
Adapun atlet nomor ganda mendapat Rp 16 juta untuk emas, Rp 8 juta perak, dan Rp 4 juta perunggu. Peraih emas kategori tim diganjar Rp 2,5 juta, perak Rp 1,5 juta, dan perunggu Rp 1 juta. Sementara kategori beregu menerima Rp 13 juta untuk emas, Rp 6 juta perak, dan Rp 3 juta perunggu.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai Bangkalan memiliki potensi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Namun, kata dia, prestasi tak cukup bertumpu pada semangat atlet semata.
“Selain dukungan orang tua, perlu dukungan penuh pemerintah dan lembaga terkait. Fasilitas harus dipenuhi dan atlet diberi ruang serta jam terbang yang cukup,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan komitmennya mendukung kepengurusan baru. Ia meminta pembinaan dilakukan berkelanjutan dan tepat sasaran, dengan menggali potensi atlet hingga tingkat desa.
“Banyak atlet lahir dari kampung. Jika dibina dengan baik, saya yakin Bangkalan bisa terus berprestasi,” pungkas dia.
