Bangkalan – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino (Orado) Kabupaten Bangkalan resmi terbentuk. Helmi Fuad dipercaya memimpin organisasi anyar ini dengan ambisi menata domino agar tak sekadar menjadi permainan, melainkan olahraga yang terkelola dan berprestasi.
Helmi mengatakan, kelahiran Orado Bangkalan menjadi tonggak awal pembenahan domino yang selama ini berkembang tanpa payung organisasi dan pembinaan resmi.
“Selama ini domino hidup secara alami. Orado hadir untuk memberi arah,” kata Helmi, Minggu (08/02/26).
Menurut dia, Bangkalan memiliki potensi besar. Pemain domino tersebar hingga pelosok desa, namun belum pernah disentuh pembinaan secara sistematis. “Jumlah pemainnya banyak, tapi belum pernah dipetakan,” ujarnya.
Budaya bermain domino di warung kopi menjadi perhatian utama Orado Bangkalan. Helmi menilai, warung kopi bukan sekadar ruang nongkrong, melainkan ekosistem hidup bagi domino yang bisa menjadi basis penjaringan atlet.
“Domino di warkop itu hidup setiap hari. Tinggal bagaimana diarahkan agar lebih positif dan kompetitif,” katanya.
Dalam waktu dekat, Orado Bangkalan akan mendata komunitas-komunitas domino serta menggelar turnamen tingkat lokal. Langkah ini bertujuan mengenalkan organisasi sekaligus memetakan kualitas pemain. “Kami ingin tahu siapa pemainnya dan sejauh mana kemampuannya,” ujar Helmi.
Ia menegaskan, Orado tidak berniat menghapus budaya domino yang telah mengakar. Sebaliknya, organisasi ini ingin mengangkat domino sebagai olahraga yang menjunjung sportivitas dan etika.
“Domino bisa menjadi sarana silaturahmi sekaligus kompetisi yang sehat,” kata dia.
Helmi berharap Orado Bangkalan mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan organisasi yang solid, ia optimistis domino bisa menjadi kebanggaan baru Bangkalan.
“Ini memang baru langkah awal, tapi kami yakin domino bisa naik kelas,” pungkasnya.