Sumenep – Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas IV Kalianget berkolaborasi dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya meluncurkan Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, mulai Senin (29/6/2026) hingga 7 Juli 2026.
Sebanyak 148 peserta dari kalangan pelajar SMK dan masyarakat umum, baik dari Sumenep maupun luar kota, mengikuti program ini. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forkopimka Kalianget dan dibuka langsung oleh Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum.
Program ini menjadi wujud komitmen Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan kualitas SDM sektor transportasi laut dan memperkuat budaya keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan. Pelaksanaan DPM ini merujuk pada Inpres Nomor 9 Tahun 2016 dan peraturan BPSDM Perhubungan terkait kurikulum pelaut serta pedoman penyelenggaraan diklat.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan skill SDM di bidang transportasi laut. Dengan demikian, faktor keselamatan dan keamanan di laut dapat meningkat secara signifikan.
Selama pelatihan, para peserta akan mengikuti tiga program utama untuk membekali mereka dengan kompetensi dasar kemaritiman:
- Basic Safety Training (BST): Pelatihan ini bertujuan agar peserta memahami pentingnya keselamatan, tindak pencegahan kecelakaan, serta menerapkan nilai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.
- Security Awareness Training (SAT): Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman tentang cara menjaga stabilitas keamanan di atas kapal.
- Advance Fire Fighting (AFF): Peserta akan mempelajari tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran dan prosedur efektif untuk memadamkan api jika terjadi di atas kapal.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menyambut hangat seluruh peserta. “Apresiasi yang sangat luar biasa. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja maritim yang kompeten, disiplin, dan sadar keselamatan,” tegas Anas.
Ia menambahkan, “Melalui program ini, kami harap lahir SDM transportasi laut yang profesional dan mampu mendukung peningkatan keselamatan pelayaran, khususnya di Kabupaten Sumenep yang merupakan wilayah kepulauan.”
Anas juga memberikan apresiasi kepada Poltekpel Surabaya atas kepercayaan yang terus diberikan. “Kami berharap kerja sama ini berlanjut guna memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan dan pelatihan kelautan. Program ini mampu menjawab kebutuhan SDM yang kompetitif sekaligus memperkuat kualitas tenaga kerja maritim,” tutupnya.
Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini sepenuhnya dibiayai melalui anggaran Poltekpel Surabaya.