Sampang, Madura – Aroma korupsi menyengat dari proyek pembangunan pondasi penahan tebing di Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Proyek ini ibarat operasi siluman: tanpa papan informasi, kualitas pekerjaan amburadul, dan Pejabat (PJ) Desa memilih bungkam.
Masyarakat menyoroti ketiadaan transparansi. Tidak ada papan informasi yang memberitahu soal proyek. Pemasangan batu pun terlihat asal-asalan, jauh dari standar teknis yang semestinya.
“Proyek ini sangat mencurigakan. Tanpa papan informasi, pekerjaannya juga asal-asalan. Kami menduga ada yang tidak beres,” ujar seorang warga, Kamis (11/12).
Tim media berusaha mengonfirmasi hal ini dengan menghubungi PJ Kepala Desa Batuporo Barat via WhatsApp dan telepon. Namun, semua upaya sia-sia. PJ sama sekali tidak merespons.
Yang lebih mencurigakan, saat telepon sekali terangkat, seorang yang mengaku teman PJ mengatakan bahwa sang pejabat tidak ada di tempat. Sikap menghindar ini justru menguatkan dugaan adanya praktik korupsi.
“Kenapa dia menghindar dari wartawan? Apa yang dia sembunyikan? Kami menduga dia takut keterlibatannya dalam korupsi terbongkar,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat Batuporo Barat kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Mereka menuntut para pelaku berhadapan dengan hukum dan mendapat hukuman setimpal. (Mat)
