Surabaya – Abdul Hamid (28), seorang tukang parkir, tega membacok HD (25), warga Jalan Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, karena kecewa wajah perempuan dalam open booking online (BO) tidak sesuai aplikasi. Pembacokan terjadi di lorong sebuah hotel di daerah Jagalan, Surabaya, pada Sabtu (8/11/2025).
Iptu Suroto, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu bermula ketika AH bertemu SA melalui aplikasi kencan MeChat. Sesampainya di lokasi, AH kecewa karena wajah SA tidak sesuai dengan foto di aplikasi.
“AH sempat membuat janji bertemu di Hotel Djagalan setelah sepakat soal transaksi sejumlah uang. Namun, saat bertemu langsung, AH kecewa karena wajah perempuan itu berbeda dari foto yang ia terima di aplikasi,” kata Iptu Suroto, Rabu (12/11/2025).
Merasa tertipu, AH membatalkan pertemuan dan memberikan Rp150 ribu sebagai ganti rugi, lalu pergi.
Saat turun dari hotel, HD tiba-tiba menegur AH tanpa alasan jelas. Hal ini membuat AH dendam.
“Pertemuan singkat yang tegang itu menorehkan dendam mendalam di hati AH,” jelasnya.
Dendam itu memuncak beberapa minggu kemudian. Pada Sabtu (8/11/2025) malam, AH kembali ke hotel dan bertemu HD. Ketegangan lama kembali muncul. AH kemudian mengantar teman perempuannya ke tempat hiburan malam, lalu kembali dengan rencana jahat.
“AH pulang untuk mengambil celurit, senjata yang ia gunakan untuk melampiaskan sakit hatinya,” ungkap Suroto.
Setelah mempersenjatai diri, AH menghubungi kakaknya, AZ (DPO), serta dua temannya, AK dan MAS (juga DPO). AH menyampaikan niat jahatnya dengan nada marah. “AH menghubungi mereka dan mengatakan akan menyelesaikan masalah dengan seseorang,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, keempat pelaku langsung mencari korban. AZ menyeret HD ke lorong hotel dan menghajarnya dengan tangan kosong, membenturkan kepala korban ke tembok hingga terjatuh.
Setelah korban terkapar, AH menghampiri dan mengayunkan celurit berkali-kali ke tubuh korban. “HD mengalami luka bacok serius di pinggang kiri, leher bagian bawah telinga kiri, serta luka sayatan di punggung. Setelah melihat korban tak berdaya, para pelaku melarikan diri meninggalkan korban yang bersimbah darah,” jelasnya.
