Kediri, Jatim.diksiber.id – Razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri mengungkap dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas. Petugas menemukan 26 poket yang diduga berisi sabu, sementara enam dari sepuluh warga binaan yang menjalani tes urine menunjukkan hasil positif.

Razia berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) malam hingga Minggu (1/11/2026) dini hari. Operasi ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Kediri, Polres Kediri Kota, Polres Tulungagung, dan Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Dalam pemeriksaan sejumlah kamar hunian, petugas menemukan 26 poket yang diduga berisi sabu dalam bungkus Kukubima dan sarung. Selain itu, petugas juga mengamankan satu paket pil double L, tiga butir pil dalam selimut, serta satu alat isap sabu atau bong.

Petugas turut menemukan satu telepon seluler, dua buku berisi nomor telepon, sembilan korek api, topi, selimut, sarung, dan sejumlah barang lainnya.

Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif mengatakan, hasil tes urine menunjukkan enam warga binaan positif dari total sepuluh orang yang menjalani pemeriksaan.

“Dari sepuluh warga binaan yang diperiksa melalui tes urine, enam orang menunjukkan hasil positif. Petugas juga menemukan 26 poket yang diduga berisi sabu beserta sejumlah barang lainnya,” ungkap AKBP Latif.

Ia menegaskan, temuan tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus menjangkau seluruh lingkungan, termasuk lembaga pemasyarakatan.

“Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan menindaklanjuti setiap temuan melalui koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim agar persoalan ini dapat didalami sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Operasi tersebut dipimpin Kapolres Kediri bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi. Jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim, satuan reserse narkoba dari masing-masing wilayah, serta petugas Lapas Kelas IIA Kediri turut terlibat.

Polres Kediri selanjutnya berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim untuk mendalami hasil tes urine dan seluruh barang temuan. (Juli)