Bangkalan, jatim.diksiber.id – Kontingen SMAN 2 Bangkalan (Smada) sukses memborong deretan gelar juara dalam malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kacong Jhebbhing Bangkalan 2026 yang berlangsung di Gedung Rato Ebuh, Rabu (21/10/26) sejak pukul 19.00 WIB hingga 01.30 dini hari. Delegasi sekolah ini tampil memukau dan berhasil membuktikan kualitasnya di atas panggung kompetisi tahunan tingkat kabupaten tersebut.
Kepala SMAN 2 Bangkalan, Dwi Imam Arif, menyatakan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa yang diraih anak didiknya. Ia menceritakan bahwa minat siswa di sekolahnya untuk ikut seleksi ajang bergengsi ini sebenarnya sangat besar, hingga akhirnya terpilih empat siswa terbaik (dua putra dan dua putri) yang berhasil lolos ke grand final.
“Alhamdulillah mereka telah menunjukkan performa serta kemampuan terbaiknya. Meskipun bukan juara pertama, mereka sukses membawa pulang berbagai trofi strategis. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan memotivasi siswa bahwa Smada mampu bersaing,” ujar Imam, Kamis (22/10/26).
Imam berharap, amanah baru sebagai Duta Wisata ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para siswa diharapkan mampu mengampanyekan potensi wisata lokal secara gencar guna menarik kunjungan pelancong luar daerah, yang pada akhirnya dapat membantu mendongkrak roda perekonomian masyarakat Bangkalan.
Selain itu, Ia memberikan catatan penting mengenai kemampuan komunikasi dua bahasa yang ditunjukkan oleh anak didiknya saat sesi wawancara ketat di atas panggung. Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal krusial untuk menghadapi era pariwisata modern.
“Di era sekarang, anak-anak pintar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, dan itu memang diperlukan karena ada potensi wisatawan mancanegara yang datang. Namun, kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan,” ucapnya.
Kata Imam, Saat berhadapan dengan pengunjung asli daerah, penggunaan bahasa Madura yang baik dan benar justru akan terasa lebih sopan dan bersahaja.
“Melalui keseimbangan ini, esensi pelestarian budaya yang dikemas dalam acara Kacong Jhebbhing benar-benar hidup,” pungkasnya.