Blitar, Jatim.diksiber.id — UPT SP SMPN 7 Blitar yang dikenal sebagai SALOSTA menggelar peringatan Hari Santri 2026 pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026. Kementerian Agama menetapkan tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

SALOSTA memulai agenda dengan rangkaian ibadah Sholat Tobat, Sholat Dhuha, Sholat Hajat, Sholat Istisqa, dan Sholat Zuhur berjamaah. Seluruh siswa mengenakan busana muslim putih, songkok bagi laki-laki, dan jilbab hitam bagi perempuan. Siswa non-muslim menyesuaikan diri dengan kegiatan sekolah. Peserta membawa alat salat dan sajadah dari rumah.

Agenda berlanjut dengan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan Gus Farid Ahmad. Ceramah ini memperkuat pemahaman siswa tentang nilai kepesantrenan dan peran santri dalam membangun negeri.

Untuk menyalurkan bakat, SALOSTA menggelar empat lomba Menulis Cerita, Berbicara, Menulis Aksara Jawa, dan Kaligrafi. Kegiatan ini mendorong siswa mengasah kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal.

Kepala UPT SMPN 7 Blitar, Saiful Salim, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum pembentukan karakter siswa. “Kami ingin SALOSTA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat Hari Santri sejalan dengan visi sekolah yang terus bertransformasi menuju era emas pendidikan.

Peringatan Hari Santri 2026 di SALOSTA menegaskan komitmen sekolah dalam memadukan ibadah, intelektualitas, dan pelestarian budaya. Dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri”, SALOSTA terus mencetak generasi yang berkarakter dan berprestasi.