Bangkalan, jatim.diksiber.id – Pemanfaatan teknologi digital dan akses permodalan yang tepat terbukti menjadi kunci sukses transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Madura. Salah satu contoh nyata adalah toko meracang dan sembako milik Subir di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang kini berkembang pesat menjadi swalayan mini setelah dirintis dari skala kecil sejak tahun 2005 lalu.
Perjalanan bisnis Subir mengalami lompatan besar berkat kemitraan strategis bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dukungan finansial yang konsisten membuat plafon pinjaman modal usahanya terus meroket seiring dengan meningkatnya kepercayaan bank terhadap tata kelola usahanya.
“Usaha meracang barang sembako ini mulai saya dirikan sejak tahun 2005. Awalnya saya mengajukan pinjaman modal ke BRI unit Kamal sebesar Rp25 juta, kemudian berkembang naik menjadi Rp50 juta, hingga sekarang dipercaya mengelola plafon pinjaman mencapai Rp800 juta,” ungkap Subir, Rabu (21/10/26).
Selain suntikan modal, rahasia di balik ramainya toko milik Subir adalah adaptasi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI sejak dua tahun lalu. Fasilitas cashless ini diadopsi untuk mempermudah transaksi harian dan memberikan kenyamanan ekstra bagi para pelanggan setianya.
“Sudah pakai QRIS sejak dua tahun lalu dan itu sangat membantu transaksi di toko saya. Pembeli makin ramai karena mereka yang tidak membawa uang tunai bisa langsung memindai (scan) QRIS. Transaksi pun menjadi jauh lebih praktis, cepat, dan aman,” tambah Subir sembari melayani pembeli di depan meja kasir digitalnya.
Keberhasilan Subir ini menjadi potret ideal bagaimana digitalisasi ekosistem keuangan mampu mendongkrak kelas usaha rumahan di tingkat kecamatan.
Branch Office Head BRI Bangkalan, Dwi Floresvita RA, menegaskan bahwa BRI berkomitmen penuh untuk menyediakan infrastruktur pembayaran modern yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini bagi seluruh pelaku UMKM di Bangkalan.
“Melalui Merchant QRIS BRI, pelaku usaha dapat menyediakan alternatif pembayaran digital yang sangat relevan dengan kebutuhan pelanggan masa kini. Penggunaannya pun dibuat sangat sederhana; ketika pelanggan ingin membayar, merchant cukup menyediakan kode QRIS untuk dipindai melalui aplikasi perbankan atau dompet digital pelanggan,” terang Dwi Floresvita.
Sinergi antara ketekunan pelaku usaha, fasilitas kredit modal kerja yang sehat, serta efisiensi sistem pembayaran nontunai dari BRI ini diharapkan dapat menginspirasi ribuan pelaku UMKM lain di Madura untuk berani melangkah ke ekosistem digital.