Bangkalan, jatim.diksiber.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan sukses menggelar Grand Final Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana’ 2026. Mengusung tema “Mesittong Ateh tor Abekteh” (Menyatukan Hati dan Berbakti), ajang pencarian bakat duta budaya cilik ini mencatatkan lonjakan jumlah peserta menjadi 66 anak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 50 peserta.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bangkalan, Ismail, mengungkapkan rasa takjubnya terhadap kualitas dan talenta para peserta tahun ini. Persaingan ketat di atas panggung bahkan sempat membuat dewan juri kewalahan menentukan pemenang karena meratanya wawasan adat dan kepercayaan diri anak-anak yang tampil.

“Tahun ini sangat spesial. Secara kemampuan, talenta, pengetahuan, dan referensi budaya, para peserta jauh lebih luar biasa bersaingnya,” ujar Ismail, Selasa (20/10/26).

Demi mendongkrak motivasi para peserta, Disbudpar mengandandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan yang rencananya akan diusulkan untuk yang juara memperoleh rekomendasi. Namun rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pengkajian.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kadisdik, dan beliau sepakat untuk memfasilitasi itu. Sertifikat juara atau nominator terbaik ini bisa digunakan untuk pendaftaran siswa baru jalur prestasi, jadi rencananya langsung diterima tanpa tes. Untuk kuota pastinya akan kami komunikasikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang berlangsung hingga sore hari akibat pemisahan sesi, jalannya acara tahun ini dipadatkan dengan menggabungkan tes performa dan tes talenta ke dalam dua babak utama.

Pada babak penyisihan, seluruh peserta diwajibkan melakukan storytelling (bercerita) mengenai seni, budaya, maupun kuliner khas Bangkalan secara fasih menggunakan bahasa Madura. Sementara pada babak pamungkas, finalis terpilih diuji wawasannya dengan menjawab pertanyaan acak yang diambil dari fishbowl.

Salah satu orang tua finalis, Zamroni mengaku sangat bangga melihat perkembangan mental anaknya di atas panggung yang dinilai menjadi pengalaman hidup yang sangat berharga.

“Penjuriannya sangat suportif dan maksimal. Kami sama sekali tidak patah hati meski kompetisinya seketat ini. Melihat putri saya melaju sejauh ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga,” pungkasnya.